Menginstall NVM Sebagai Version Manager

Pengantar

NodeJS adalah bahasa pemrograman untuk backend yang menggunakan sintaks javascript yang sekarang mulai banyak digunakan. Dalam pengembangan aplikasi sendiri kita sering terjadi error saat menggunakan versi yang berbeda. Untuk itu ada beberapa tools yang bisa kita gunakan untuk mengatur versi dalam nodeJS dalam satu sistem kita, salah satunya adalah Node Version Manager / NVM

Instalasi

Untuk menginstall nvm, sebenarnya kita tidak harus menginstall nodejs terlebih dahulu, karena nanti kita bisa menginstallnya lewat nvm dan akan di save di folder yang sama dengan dimana nvm berada. Jadi menurut saya itu menjadi nilai tambahan kenapa menggunakan nvm lebih saya rekomendasikan daripada menginstal nodejs langsung tanpa menggunakan nvm.

Langkah

Pastikan semua package yang ada di sistem operasi kita terupdate semua.

sudo apt-get update

Setelah selesai mengupdate package yang ada, ketikkan

sudo apt-get install build-essential libssl-dev

Agar repository membolehkan kita membuat package source.

Setelah selesai persiapan tersebut kita mulai install nvm. Sesuai petunjuk yang ada di Halaman Projectnya, kita bisa menginstall nvm menggunakan cURL.

curl -o- https://raw.githubusercontent.com/creationix/nvm/v0.33.2/install.sh | bash

Atau bisa juga dengan menggunakan wGet.

wget -qO- https://raw.githubusercontent.com/creationix/nvm/**v0.33.2**/install.sh | bash

Versi yang saya tandai dengan huruf tebal tersebut adalah versi saat tulisan ini dibuat. Jika ingin menginstall nvm versi terakhir nvm silakan cek ke website resmi nvm. Setelah selesai maka nvm akan membuat direktori di dalam ~/.nvm yang nantinya akan menjadi tempat nvm menginstall nodejs. Dan juga nvm akan membuat profilnya di dalam file terminal yang kita gunakan. Maka tutup terminal dan buka ulang untuk merefreshnya.

Patching

Pada setiap terminal yang terinstall di sistem operasi perlu kita masukkan beberapa script agar dapat mendeteksi nvm

export NVM_DIR="$HOME/.nvm" [ -s "$NVM_DIR/nvm.sh" ] && . "$NVM_DIR/nvm.sh"

Misalkan kita menginstall lebih dari satu terminal, sebagai contoh: zsh, iTerm, Terminator, XTerm, UXTerm dll.

Penggunaan

Untuk mengetahui apakah nvm berhasil diinstall atau belum ketikkan

nvm --version

Maka akan muncul versi dari nvmnya.

Untuk melihat daftar versi node yang terbaru bisa dengan mengetikkan

nvm ls-remote

Namun jika hanya ingin melihat versi nodejs yang sudah terinstall, bisa menggukanak perintah

nvm ls

Di terminal akan muncul versi nodejs yang terinstall beserta versi yang digunakan sebagai default.

Untuk menginstall nodejs dengan versi tertentu, bisa menggunakan

nvm install x.x.x

x.x.x bisa langsung diganti dengan versi hasil kita nvm ls-remote tadi. Dan jika ingin menginstall versi Long Term Support / LTS terbaru, bisa dengan

nvm install --lts

Untuk menghapus / menguninstall versi nodejs tertentu menggunakan

nvm uninstall x.x.x

Setelah menguninstall, pastikan terdapat satu versi nodejs yang masih terinstall. Untuk menggunakan versi nodejs sebagai default di nvm bisa menggunakan

nvm use default x.x.x

Maka otomatis ketika kita melihat list di nvm ls versi default nodejs kita berubah ke versi yang barusan kita setting. Hal ini juga berfungsi untuk menghindari Error nvm install N/A yang biasanya terjadi karena versi yang kita gunakan sebagai default tidak terinstall dalam sistem kita / di folder ~/.nvm

Penggunaan nvm ini juga dapat mengurangi pemakaian sudo kita, karena npm yang terinstall dalam nvm tidak masuk ke root sehingga untuk menginstall sesuatu yang bersifat global tinggal mengetikkan

npm i -g namalibrary

tanpa embel-embel sudo di depannya.

Penutup

Sekian penjelasan singkat dari saya mengenai nvm / node version manager ini. Jika ada kebingungan atau permasalahan bisa hubungi saya. Semoga bermanfaat.

Terima kasih

Published 26 Jul 2017

Software Engineer | Javascript Enthusiast
Afrijal Dzuhri on Twitter